Tugas Terstruktur Biomol

Deskripsi Sifat Kode Genetik

Nama: Anggi sahela

NIM: B1J005143

Kelas: A-2

Email: sahela_anggi@yahoo.co.id

Blog: http://anggisahela.wordpress.com

Topik: A2-TP10

RINGKASAN

Sifat Kode Genetik

1. Kode genetik bersifat tidak Universal, hanya saja kode utama basa semua organisme itu sama, yaitu A, T, C dan G. Pada awalnya banyak yang beranggapan kalau kode genetik itu universal, tetapi pada genom mitokondria sering menggunakan kode yang tidak standar. Kodon 5’-UGA-3’ yang normalnya mengkode untuk terminasi, pada mitokondria terdapat di posisi internal saat sintesis protein belum diharapkan berhenti.

2. Kode genetik bersifat Degenerate, satu asam amino dapat disandi oleh lebih dari satu triplet kodon. Hanya triptofan dan metionin saja yang disandi oleh sebuah kodon.tunggal,sedangkan asam amino yang lain disandi oleh dua , tiga empat atau enam kodon. Contoh: Treonin dapat disandi oleh ACU, ACC, ACA dan ACG. Sifat ini erat kaitannya dengan sifat Wobble basa ketiga dapat berubah-ubah tanpa selalu disertai perubahan asam amino yang disandinya .

Gambar kode genetik asam amino. Sumber Figure 3.20. The genetic code (Brown. 2002).

3. Urutan basa mRNA atau juga DNA mempunyai tiga rangkai baca yang berbeda (Open Reading Frame). Di samping itu di dalam suatu segmen tertentu pada DNA dapat terjadi transkripsi atau translasi urutan basa dengan panjang berbeda, suatu segmen DNA dapat terdiri atas lebih dari sebuah gen yang saling tumpang tindih (Overlapping). Dari urutan basa DNA yang ada tidak hanya digunakan sebuah rangka baca dan urutan basa yang diekspresikan (gen) dapat tumpang tindih satu sama lain.

Gambar Posisi pemberian tanda baca suatu kodon pada mRNA. Sumber Figure 3.21 (Brown. 2002).

Daftar Pustaka

Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5234

diakses tanggal 23 September 2008

Situs Terkait

http://syayid.wetpaint.com/page/Translation+to+bahasa+Indonesia?t=anon

http://biomol.wordpress.com/bahan-ajar/translasi/

Aplikasi Prebiotik dan Probiotik pada Unggas produksi

Probiotik adalah mikroorganisme yang memiliki kemampuan mendukung pertumbuhan dan produktivitas. Sementara prebiotik bukan organisme, tetapi mempunyai fungsi mendukung perkembangan probiotik. Probiotik tergolong dalam makanan fungsional, di mana bahan makanan ini mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan cara memanipulasi komposisi bakteri yang ada dalam saluran pencernaan ternak.

Microbiota berhubungan dengan usus, epithelium, dan sistem imun memberikan perlawanan enteric pathogen.dalam pengaturan perlawanan melibatkan hubungan balik antar komponen dan jumlah komponen. Mekanisme yang berasal dari bakteri berhubungan dengan usus menghalangi pathogen, meliputi kompetisi untuk kolonisasi, kompetisi untuk bahan gizi, produksi tentang campuran beracun, atau rangsangan system imun. Bakteri dan jasad renik tertentu dapat meningkatkan perlawanan penyakit dan bakteri dapat diperkaya dalam usus dengan pemberian makan karbohidrat spesifik. Prebiotics dan probiotics untuk mengurangi penyakit enteric unggas dan pencemaran produk unggas. Penyakit Enteric perlu mendapat perhatian dalam produksi unggas karena produktivitas hilang, meningkat kematian, dan pencemaran produk unggas

Selain probiotik juga terdapat prebiotik. Prebiotik merupakan bahan pakan berupa serat yang tidak dapat dicerna oleh ternak berperut tunggal (monogastric seperti ayam atau babi). Serat tersebut dapat menjadi pemicu untuk peningkatan bakteri yang menguntungkan bagi ternak seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria. Efek dan karakteristik dari prebiotik dan probiotik menunjukkan suatu pengurangan koloni pathogen, perubahan populasi mikroba, perubahan sistem kekebalan, pencegahan kanker, dan pengurangan trigliserida, kolesterol.

Riset dan aplikasi komersil probiotics dan prebiotics telah ada di Jepang,Eropa dan Amerika Serikat. Berbagai microbial digunakan sebagai probiotic seperti Baksil, Bifidobacterium, Enterococcus, E. coli, Lactobacillus, Lactococcus, Streptococcus, jenis ragi. Lactobacillus dan Bifidobacterium jenis telah digunakan paling secara ekstensif pada manusia, sedangkan jenis Baksil, Enterococcus, dan Saccharomyces ragi telah (menjadi) kebanyakan organisma umum digunakan di (dalam) ternak.

Nama  : Anggi Sahela

NIM     : B1J005143

Blog    : http://anggisahela.wordpress.com

Email  : Sahela_anggi@yahoo.co.id

Referensi :

Patterson J.A. and Burkholder K.M. 2003. Application of prebiotics and probiotics in poultry production  Department of Animal Sciences, Purdue University, West Lafayette, Indiana 47907, USA.

haiii

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!